Hubungan kemampuan komunikasi dengan tingkat perilaku agresif pada remaja disabilitas intelektual
DOI:
https://doi.org/10.63425/ljmh.v4i1.225Keywords:
Disabilitas Intelektual, Kemampuan Komunikasi, Prilaku Agresif, remajaAbstract
Pendahuluan: remaja dengan disabilitas intelektual memiliki keterbatasan fungsi adaptif, terutama dalam kemampuan komunikasi. Hambatan komunikasi dapat menyebabakan kesulitan mengekspresikan kebutuhan dan emosi sehingga meningkatkan risiko munculnya perilaku agresif sebagai bentuk komunikasi maladaptif. Tujuan: menganalisis hubungan antara kemampuan komunikasi dengan tangkat perilaku agresif pada remaja disabilitas intelektual di SLB N Sungailiat. Metode: penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 36 remaja disabilitas yang dipilih dengan menggunakan Teknik total sampling. Kemampuan komunikasi diukur menggunakan Communication Matrix, sedangkan Tingkat perilaku agresif diukur menggunakan Modified Overt Aggresion Scale (MOAS) versi adaptasi Bahasa Indonesia. Analisis data menggunakan uji Fisher’s exact Test. Hasil: Sebagian besar responden memiliki kemampuan kategori baik (50,0%) dan tidak menunjukkan perilaku agresif (91,7%). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan komunikasi dengan tingkat perilaku agresif pada remaja disabilitas intelektual di SLB N Sungailiat dengan nilai p = 0,700 (p > 0,05). Kesimpulan: tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan komunikasi dengan tingkat perilaku agresif pada remaja disabilitas intelektual. Diharapkan sekolah tetap mempertahankan dan mengembangkan program pembelajaran yang berfokus pda peningkatan kemampuan komunikasi, keterampilan sosial, dan perilaku adaptif serta penguatan regulasi emosi.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Journal of Mental Health

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





