Penerapan aktivitas merapikan tempat tidur untuk mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia: Studi kasus

Authors

  • Fanuella Claudie Sahuleka Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan, Universitas Karya Husada Semarang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.63425/ljmh.v4i1.192

Keywords:

aktivitas merapikan tempat tidur, halusinasi pendengaran, skizofrenia, studi kasus, terapi okupasi

Abstract

Latar belakang: Halusinasi pendengaran merupakan salah satu gejala positif yang paling sering dialami oleh pasien skizofrenia dan dapat mengganggu fungsi sosial, aktivitas sehari-hari, serta kualitas hidup. Intervensi nonfarmakologis melalui aktivitas terstruktur diperlukan untuk membantu pasien mengontrol halusinasi secara mandiri. Aktivitas merapikan tempat tidur merupakan salah satu aktivitas kehidupan sehari-hari yang berpotensi mengalihkan perhatian pasien dari stimulus internal menuju stimulus eksternal. Tujuan: menganalisis penerapan aktivitas merapikan tempat tidur dalam mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia. Metode: desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan. Subjek penelitian adalah dua orang pasien laki-laki berusia 42 tahun dan 38 tahun dengan diagnosis medis skizofrenia dan diagnosis keperawatan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran yang dirawat di RSJD dr. Amino Gondohutomo Semarang pada bulan Desember 2025. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan status mental, dan dokumentasi keperawatan. Intervensi dilaksanakan selama tiga hari melalui aktivitas merapikan tempat tidur yang dikombinasikan dengan strategi pelaksanaan halusinasi Data dianalisis secara deskriptif naratif dengan membandingkan perubahan kondisi pasien sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Sebelum intervensi, pasien mengalami halusinasi pendengaran dengan frekuensi 2–3 kali per hari yang ditandai dengan perilaku berbicara sendiri, mondar-mandir, dan kesulitan berkonsentrasi. Setelah intervensi, terjadi penurunan frekuensi halusinasi dan perilaku merespons stimulus internal. Selain itu, pasien menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengontrol halusinasi, meningkatkan konsentrasi, dan melakukan aktivitas merapikan tempat tidur secara mandiri. Kesimpulan: Aktivitas merapikan tempat tidur berpotensi menjadi intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif dalam membantu pasien skizofrenia mengontrol halusinasi pendengaran. Intervensi ini dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari asuhan keperawatan jiwa.

Downloads

Published

2026-08-20

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.