Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru

Authors

  • Dwi Sriningsih Sejati Puskesmas Tarub, Kabupaten Tegal, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.63425/journalofnursing.v3i2.180

Keywords:

dukungan keluarga, kepatuhan minum obat, tuberkulosis paru

Abstract

Latar Belakang: Ketidakpatuhan terhadap pengobatan merupakan faktor risiko utama tuberkulosis resisten multidrug (MDR-TB) pada pasien TB paru. Dukungan keluarga sangat penting sebagai pemantau pengobatan (PMO) untuk menjamin kelanjutan terapi. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki hubungan antara dukungan keluarga dan kepatuhan OAT di wilayah kerja Puskesmas Tarub, Kabupaten Tegal. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan kuantitatif. Tiga puluh responden dipilih dengan pengambilan sampel total dari populasi penelitian, yang terdiri dari pasien TB paru. Instrumen penelitian meliputi kuesioner kepatuhan Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) dan kuesioner teori dukungan keluarga Friedman. Uji Exact Fisher digunakan untuk menganalisis data. Hasil: Sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga yang tidak memadai (18 orang, 60,0%) selain kepatuhan pengobatan yang tinggi (15 orang, 50,0%), kepatuhan rendah (9 orang, 30,0%), dan kepatuhan menengah (6 orang, 20,0%). Nilai p sebesar 0,001 (p < 0,05) diperoleh dari uji statistik. Kesimpulan: terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan pengobatan dan dukungan keluarga di antara pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Tarub. Disarankan agar tenaga medis menginformasikan anggota keluarga tentang peran penting dukungan selama terapi.

Downloads

Published

2026-06-07