Caring perawat sebagai perisai psikologis: analisis hubungannya dengan kecemasan pre operasi laparotomi
DOI:
https://doi.org/10.63425/journalofnursing.v3i1.177Keywords:
caring perawat, kecemasan, laparotomi, perawat, pre operasiAbstract
Latar belakang: Kecemasan preoperasi merupakan respons psikologis universal yang dialami pasien bedah, dengan prevalensi global sebesar 48% dan meningkat hingga 55 – 99% di negara berkembang. Kecemasan yang tidak terkelola secara optimal terbukti meningkatkan kebutuhan agen anestesi, memperpanjang waktu pemulihan, dan meningkatkan risiko delirium pascaoperasi. Perilaku caring perawat sebagai intervensi nonfarmakologis berpotensi menjadi determinan utama dalam modulasi kecemasan preoperasi, khususnya pada pasien laparotomi yang menghadapi prosedur bedah mayor. Tujuan: Menganalisis hubungan antara perilaku caring perawat dan tingkat kecemasan pasien preoperasi laparotomi di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional dan pendekatan cross-sectional dilaksanakan pada November 2025 – Januari 2026. Sebanyak 142 pasien preoperasi laparotomi direkrut menggunakan teknik consecutive sampling. Perilaku caring perawat diukur menggunakan Caring Behavior Inventory (CBI-24; α Cronbach = 0,92) dan tingkat kecemasan diukur menggunakan State-Trait Anxiety Inventory (STAI; α Cronbach = 0,96). Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan penghitungan kekuatan hubungan menggunakan Cramér’s V (α = 0,05). Hasil: Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (64,8%), berusia 36 – 45 tahun (31,7%), dan berpendidikan SMA/SMK (49,3%). Perilaku caring perawat didominasi oleh kategori sedang (50,7%) dan tinggi (46,5%). Kecemasan preoperasi mayoritas berada pada kategori sedang (69,7%), diikuti oleh kecemasan rendah (27,5%) dan tinggi (2,8%). Uji Chi-Square menunjukkan hubungan yang signifikan antara perilaku caring perawat dan tingkat kecemasan pasien preoperasi laparotomi (χ² = 18,742; df = 4; p = 0,001; Cramér’s V = 0,257; kekuatan hubungan sedang). Pada pasien dengan caring tinggi, 46,2% melaporkan kecemasan rendah, dibandingkan dengan hanya 11,1% pada kelompok caring sedang dan 0% pada kelompok caring rendah. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan dengan kekuatan sedang antara perilaku caring perawat dan tingkat kecemasan pasien preoperasi laparotomi. Semakin tinggi perilaku caring perawat, semakin rendah kecemasan yang dialami pasien. Investasi institusional dalam pengembangan kompetensi caring perawat merupakan strategi berbasis bukti untuk mengoptimalkan luaran psikologis perioperatif.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Journal of Nursing

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





