Penerapan terapi thought stopping dalam menurunkan ansietas pada ibu post sectio caesarea

Authors

  • Desi Suistiwijaya Program Studi Ners, Universitas Widya Husada Semarang, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
  • Lowei Asyera Narwastiti Program Studi Ners, Universitas Widya Husada Semarang, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
  • Sukron Makmun Program Studi Ners, Universitas Widya Husada Semarang, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
  • Wurshinta Widyaningrum Program Studi Ners, Universitas Widya Husada Semarang, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
  • Niken Sukesi Program Studi Ners, Universitas Widya Husada Semarang, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.63425/ljmw.v2i2.140

Keywords:

Sectio Caesarea, Ansietas, Thought Stopping, Postpartum, Asuhan Keperawatan

Abstract

Latar Belakang: Masa nifas pada ibu pasca Sectio Caesarea merupakan periode transisi yang penting dan menuntut adaptasi fisik serta psikologis yang signifikan. Ansietas merupakan masalah psikologis yang sering dialami oleh ibu post Sectio Caesarea, yang dipicu oleh nyeri pasca operasi, keterbatasan mobilisasi, kekhawatiran terhadap kondisi bayi, serta penyesuaian peran sebagai ibu. Ansietas yang tidak tertangani dapat menghambat proses pemulihan dan menurunkan kesejahteraan ibu. Tujuan: mengevaluasi efektivitas terapi thought stopping dalam menurunkan tingkat ansietas pada ibu post Sectio Caesarea. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sampel terdiri dari empat ibu primigravida post Sectio Caesarea yang mengalami ansietas, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian dilaksanakan di Ruang St. Anna RSU Budi Rahayu pada tahun 2025. Pengumpulan data dilakukan selama tiga hari melalui pengkajian keperawatan komprehensif, wawancara mendalam, observasi langsung, pemeriksaan fisik, serta telaah dokumentasi keperawatan. Tingkat ansietas diukur menggunakan Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS) sebelum dan sesudah intervensi. Terapi thought stopping diterapkan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan membandingkan kondisi pasien sebelum dan setelah intervensi. Hasil: adanya penurunan ansietas pada seluruh pasien, yang ditandai dengan berkurangnya kekhawatiran berlebihan, meningkatnya kemampuan mengendalikan pikiran negatif, kondisi emosional yang lebih tenang, serta meningkatnya kesiapan ibu dalam melakukan mobilisasi dini dan perawatan diri. Simpulan: Terapi thought stopping terbukti efektif dalam menurunkan ansietas dan mendukung adaptasi psikologis pada ibu post Sectio Caesarea. Peneliti merekomendasikan agar terapi thought stopping diintegrasikan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis rutin dalam asuhan keperawatan ibu nifas guna meningkatkan kesejahteraan psikologis dan mempercepat proses pemulihan.

Downloads

Published

2026-02-12