Edukasi terpadu remaja sehat: meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, kesehatan mental, pencegahan narkoba dan kekerasan seksual

Authors

  • Eko Mardiyaningsih Prodi Keperawatan Program Magister, Program Pascasarjana, Universitas Ngudi Waluyo, Ungaran, Indonesia
  • Hani Irhamdessetya Prodi Hukum Program Magister, Program Pascasarjana, Universitas Ngudi Waluyo, Ungaran, Indonesia
  • Nur Intan Rochmawati Prodi Manajemen Pendidikan Program Magister, Program Pascasarjana, Universitas Ngudi Waluyo, Ungaran, Indonesia
  • Alfan Afandi Prodi Kesehatan Masyarakat Program Magister, Program Pascasarjana, Universitas Ngudi Waluyo, Ungaran, Indonesia
  • Yulia Nur Khayati Prodi Kesehatan Masyarakat Program Magister, Program Pascasarjana, Universitas Ngudi Waluyo, Ungaran, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.63425/ljm.v3i1.179

Keywords:

edukasi kesehatan remaja, kesehatan reproduksi, kesehatan mental, pencegahan narkoba, pencegahan kekerasan seksual

Abstract

Pendahuluan: Remaja menghadapi berbagai tantangan perkembangan yang saling berkaitan, meliputi kesehatan reproduksi, kesehatan mental, penyalahgunaan narkoba, kekerasan seksual, paparan digital, dan pengaruh teman sebaya. Kondisi tersebut memerlukan edukasi kesehatan yang terpadu, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan remaja. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa sekolah menengah atas melalui edukasi kesehatan remaja terpadu berbasis sekolah yang berfokus pada kesehatan reproduksi, kesehatan mental, pencegahan penyalahgunaan narkoba, dan pencegahan kekerasan seksual. Metode: Edukasi diberikan melalui edukasi terstruktur, diskusi interaktif, ilustrasi kasus, dan pertanyaan reflektif. Materi mencakup pubertas, kebersihan reproduksi, perilaku seksual berisiko, mengontrol emosi, kesadaran diri, bahaya narkoba, keamanan digital, pelecehan seksual, mekanisme pelaporan, dan strategi perlindungan diri. Instrumen berupa kuesioner dengan 10 pertanyaan dengan multiple choice. Analisis data deskriptif meliputi distribusi frekuensi, mean, SD, dan minimum-maksimum, sedangkan bivariat dengan paired sample t-test. Hasil: Peserta terdiri atas 55 siswa perempuan dan 52 siswa laki-laki, dengan mayoritas berasal dari kelas XII. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 8,07 ± 0,974 menjadi 9,63 ± 0,622 setelah edukasi dengan nilai p sebesar 0,000. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi terpadu berbasis sekolah efektif memperkuat pemahaman remaja mengenai risiko kesehatan dan perilaku protektif. Kesimpulan: Edukasi kesehatan remaja terpadu berbasis sekolah merupakan strategi promotif dan preventif yang layak untuk meningkatkan pengetahuan serta mendukung pembentukan remaja yang lebih sehat, aman, dan berdaya.

Downloads

Published

2026-06-10