Produksi ASI meningkat dengan pijat oksitosin: Quasy experiment with one group
DOI:
https://doi.org/10.63425/ljhs.v1i2.41Keywords:
ASI eksklusif, ibu menyusui, menyusui, pijat oksitosin, produksi ASIAbstract
Introduction: Kurangnya pemahaman ibu, suami, keluarga, dan masyarakat akan ASI eksklusif menambah factor kegagalan pemberian ASI sehingga ibu mengganti ASI dengan pemberian susu formula. Tujuan pemberian pijat oksitosin adalah merangsang hormon Oksitosin dan prolaktin pada ibu menyusui. Objectives: mengetahui pengaruh pijat oksitosin untuk produksi ASI pada ibu menyusui. Methods: Quasy experiment with one group pretest-posttest design. Sampel sejumlah 28 ibu nifas, dengan kriteria inklusi berada dalam masa nifas 1-10 hari post-partum, menyusui eksklusif, tidak mengonsumsi booster ASI, serta memiliki bayi yang sehat dan normal. Instrumen penelitian ini adalah SOP pijat oksitosin dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Results: Rata-rata frekuensi menyusu bayi sesudah intervensi lebih lama (7 kali) dibandingkan sebelum pijat oksitosin (4 kali) dan produksi ASI terbukti meningkat dengan pijat oksitosin p=0,000 (p-value<α). Conclusion: Pijat oksitosin meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Journal of Health Science

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





